Jakarta Office
Jl. Pluit Utara Raya No.61
Penjaringan – Jakarta Utara
Enquiries
info@intisumberbajasakti.comSemen merupakan salah satu bahan bangunan utama yang harus dijaga kualitasnya agar tetap optimal saat digunakan. Namun, sering kali semen mengalami penggumpalan yang membuatnya sulit digunakan dan menurunkan kualitasnya. Apa penyebabnya, dan bagaimana cara menyimpan semen dengan benar? Simak penjelasannya di bawah ini!
1. Terpapar Kelembapan atau Air
Semen bersifat higroskopis, artinya dapat menyerap kelembapan dari udara. Jika tidak disimpan dengan benar, kelembapan akan menyebabkan partikel semen menggumpal dan mengeras.
2. Penyimpanan Terlalu Lama
Semen memiliki masa simpan terbatas, biasanya maksimal 3 bulan sejak produksi. Jika disimpan terlalu lama tanpa perlindungan yang baik, kualitasnya akan menurun dan berisiko menggumpal.
3. Kemasan Rusak atau Sobek
Jika kemasan semen mengalami robekan atau lubang, udara dan kelembapan bisa masuk dan menyebabkan penggumpalan.
4. Disimpan di Tempat yang Tidak Kering
Menumpuk semen di area terbuka atau di lantai tanpa alas dapat meningkatkan risiko kontak dengan kelembapan, terutama jika terkena rembesan air.
5. Kontaminasi dengan Bahan Lain
Semen yang bercampur dengan benda asing seperti pasir atau debu bisa memicu reaksi awal yang menyebabkan penggumpalan sebelum digunakan.
1. Simpan di Tempat Kering dan Tertutup
Pastikan semen disimpan di ruangan tertutup, kering, dan tidak lembap. Jika memungkinkan, gunakan dehumidifier atau ventilasi yang baik.
2. Gunakan Palet Kayu atau Rak
Jangan letakkan karung semen langsung di lantai. Gunakan palet kayu atau rak dengan ketinggian minimal 10 cm dari lantai dan 30 cm dari dinding untuk menghindari kontak dengan kelembapan.
3. Jangan Menumpuk Terlalu Tinggi
Tumpukan semen yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tekanan berlebih pada karung di bawahnya, yang bisa mempercepat penggumpalan. Idealnya, tumpukan tidak lebih dari 10 karung.
4. Gunakan Semen yang Lebih Lama Terlebih Dahulu
Terapkan sistem first in, first out (FIFO), yaitu gunakan semen yang sudah lebih lama disimpan terlebih dahulu agar tidak terlalu lama berada dalam gudang.
5. Periksa Kemasan Secara Berkala
Pastikan karung semen tidak sobek atau bocor. Jika ada yang rusak, segera pindahkan ke wadah tertutup agar tidak terkontaminasi udara.
Semen yang menggumpal bisa terjadi karena kelembapan, penyimpanan yang tidak tepat, atau kemasan yang rusak. Agar tetap berkualitas, semen harus disimpan di tempat kering, tertutup, dan terhindar dari udara lembap. Dengan penyimpanan yang benar, kualitas semen tetap terjaga, dan proyek konstruksi bisa berjalan lancar.
Butuh Semen Berkualitas untuk Proyek Anda?
PT Intisumber Bajasakti menyediakan berbagai jenis semen terbaik dengan harga kompetitif.
Hubungi kami sekarang:
π Telepon: +6221 66675999
π Website: www.intisumberbajasakti.com