WhatsApp

Kenapa Besi Beton Bisa Retak Saat Coran Kering? Ini Penyebab Teknisnya

Dalam dunia konstruksi, retaknya beton setelah proses pengecoran sering kali menjadi perhatian utama. Tidak sedikit yang langsung menyalahkan mutu beton, padahal besi beton juga memiliki peran krusial dalam mencegah keretakan struktur.

Lalu, kenapa besi beton bisa “gagal bekerja” dan beton tetap retak saat coran mengering? Berikut penjelasan teknis yang perlu Anda ketahui agar tidak salah langkah di proyek.

 

1. Kualitas Besi Beton Tidak Sesuai Standar

Besi beton berfungsi sebagai tulangan yang menahan gaya tarik pada beton. Jika kualitas besi beton rendah—misalnya tidak memenuhi standar SNI, kandungan materialnya tidak homogen, atau kekuatannya di bawah spesifikasi—maka daya ikatnya terhadap beton menjadi lemah.

Akibatnya, saat beton mengalami penyusutan alami (shrinkage) saat mengering, besi beton tidak mampu menahan tegangan, sehingga retak pun muncul.

Solusi: Gunakan besi beton berkualitas, bersertifikasi SNI, dan berasal dari distributor terpercaya.

2. Penempatan dan Jarak Tulangan Tidak Tepat

Kesalahan teknis di lapangan seperti jarak tulangan terlalu lebar, posisi besi tidak sesuai gambar kerja, atau tulangan bergeser saat pengecoran, dapat menyebabkan distribusi beban tidak merata.

Saat beton mengering dan menerima beban awal, area yang tidak diperkuat dengan baik akan lebih rentan mengalami retak rambut hingga retak struktural.

Solusi: Pastikan pemasangan besi beton sesuai detail struktur dan dikunci dengan kawat bendrat secara rapi.

3. Diameter Besi Beton Tidak Sesuai Perhitungan Struktur

Penggunaan diameter besi beton yang lebih kecil dari spesifikasi sering terjadi demi efisiensi biaya. Padahal, diameter tulangan sangat berpengaruh pada kemampuan beton menahan gaya tarik.

Jika diameter besi beton terlalu kecil, maka kekuatan tariknya tidak cukup untuk menahan pergerakan beton saat proses pengeringan.

Solusi: Ikuti perhitungan struktur dari engineer dan jangan mengurangi spesifikasi besi beton.

4. Ikatan Besi Beton dan Beton Kurang Maksimal

Permukaan besi beton yang berkarat berat, berminyak, atau kotor dapat mengganggu daya lekat antara besi dan beton. Akibatnya, terjadi slip antara beton dan tulangan, yang memicu retak saat beton mulai mengeras.

Solusi: Gunakan besi beton dengan kondisi permukaan baik dan simpan material di area yang terlindung sebelum digunakan.

 

5. Proses Curing Beton Tidak Optimal

Walaupun bukan murni kesalahan besi beton, proses curing yang buruk (beton dibiarkan kering terlalu cepat) dapat memperbesar risiko retak. Dalam kondisi ini, besi beton bekerja lebih berat menahan tegangan susut beton.

Jika kualitas besi beton kurang optimal, retak akan semakin mudah terjadi.

Solusi: Lakukan curing sesuai standar agar beton dan besi beton bekerja secara maksimal sebagai satu kesatuan struktur.

Kesimpulan

Retaknya beton saat coran kering bukan hanya soal campuran beton, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh:

  • Kualitas besi beton

  • Spesifikasi dan diameter tulangan

  • Teknik pemasangan di lapangan

  • Sinergi antara beton dan besi beton

Menggunakan besi beton berkualitas dan sesuai standar adalah langkah awal untuk mencegah masalah serius pada struktur bangunan.

Gunakan Besi Beton Berkualitas untuk Proyek yang Lebih Aman

PT Intisumber Bajasakti menyediakan besi beton berkualitas, sesuai standar SNI, dan siap mendukung berbagai kebutuhan proyek konstruksi Anda—dari skala kecil hingga industri besar.

📞 Telp: 021-66675999
🌐 Web: intisumberbajasakti.com
✉️ Email: info@intisumberbajasakti.com

Hubungi tim kami sekarang untuk konsultasi produk dan solusi material terbaik bagi proyek Anda.

Kembali ke list