Jakarta Office
Jl. Pluit Utara Raya No.61
Penjaringan – Jakarta Utara
Enquiries
info@intisumberbajasakti.comMortar menjadi salah satu material penting dalam berbagai pekerjaan konstruksi, mulai dari pemasangan bata hingga pekerjaan plester dan finishing. Namun, memilih mortar tidak cukup hanya berdasarkan merek atau harga.
Jenis pekerjaan, karakteristik material, kebutuhan proyek, hingga cara penyimpanannya perlu diperhatikan sebelum melakukan pembelian. Berikut beberapa hal yang sebaiknya dicek agar mortar yang dibeli sesuai dengan kebutuhan proyek.
Langkah pertama adalah menentukan mortar akan digunakan untuk pekerjaan apa. Mortar untuk perekat bata ringan memiliki fungsi berbeda dengan mortar untuk plesteran atau acian.
Jangan memilih hanya berdasarkan istilah “mortar”. Pastikan fungsi produk sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan di lapangan.
Setiap produk mortar memiliki spesifikasi yang berbeda. Periksa informasi pada kemasan atau lembar teknis, seperti jenis aplikasi, daya sebar, waktu penggunaan, cara pencampuran, dan karakteristik produk.
Informasi tersebut dapat menjadi acuan untuk menentukan apakah produk sesuai dengan kebutuhan proyek.
Mortar perlu disesuaikan dengan material yang akan dikerjakan. Misalnya, mortar perekat untuk bata ringan sebaiknya memang ditujukan untuk aplikasi tersebut.
Kondisi permukaan material juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi hasil aplikasi dan konsumsi mortar di lapangan.
Sebelum membeli, hitung terlebih dahulu luas area pekerjaan dan perkiraan konsumsi mortar berdasarkan spesifikasi produk.
Secara sederhana:
Kebutuhan mortar = luas area pekerjaan ÷ daya sebar per sak
Hasil perhitungan kemudian dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan cadangan agar pekerjaan tidak terganggu akibat kekurangan material.
Kondisi kemasan perlu diperiksa sebelum mortar diterima di proyek. Hindari produk dengan kemasan yang robek, berlubang, atau menunjukkan tanda telah terkena air dan kelembapan.
Kemasan yang rusak dapat meningkatkan risiko material mengalami penurunan kondisi sebelum digunakan.
Mortar berbentuk bubuk tetap memiliki masa simpan yang perlu diperhatikan. Periksa informasi tanggal produksi dan masa simpan yang tercantum pada kemasan.
Jika proyek membutuhkan mortar dalam jumlah besar, pengelolaan stok juga penting agar material yang lebih dahulu datang dapat digunakan lebih dahulu.
Sebelum membeli dalam jumlah besar, pastikan lokasi proyek memiliki tempat penyimpanan yang sesuai.
Mortar sebaiknya disimpan di area yang kering, terlindung dari hujan dan kelembapan, serta tidak diletakkan langsung di atas lantai. Penggunaan pallet atau alas dapat membantu mengurangi risiko material terkena kelembapan dari permukaan bawah.
Untuk proyek dengan kebutuhan mortar yang cukup besar, ketersediaan stok dan kemampuan pemasok dalam memenuhi kebutuhan juga perlu dipertimbangkan.
Keterlambatan material dapat menghambat pekerjaan, terutama ketika mortar digunakan pada tahapan konstruksi yang berlangsung secara berurutan.
Harga memang penting dalam pengadaan material, tetapi bukan satu-satunya faktor yang perlu dibandingkan.
Perhatikan juga daya sebar, spesifikasi, kualitas, kebutuhan aplikasi, serta estimasi jumlah sak yang diperlukan. Produk dengan harga per sak lebih rendah belum tentu menghasilkan biaya pekerjaan yang lebih rendah jika konsumsinya lebih tinggi.
Sebelum membeli mortar untuk proyek, pastikan jenis produk sesuai dengan pekerjaan, spesifikasinya memenuhi kebutuhan, dan jumlah yang dibeli sudah dihitung berdasarkan luas area serta daya sebar produk.
Selain itu, periksa kondisi kemasan, masa simpan, penyimpanan, dan ketersediaan pasokan. Dengan melakukan pengecekan sejak awal, risiko salah pilih material dan gangguan pekerjaan di lapangan dapat dikurangi.
PT Intisumber Bajasakti menyediakan berbagai kebutuhan material konstruksi untuk mendukung pekerjaan proyek Anda.
π Telp: 021-66675999
π Website: www.intisumberbajasakti.com
βοΈ Email: info@intisumberbajasakti.com


